Nokia dan HMD Global telah memperpanjang kesepakatan lisensi mereka untuk penjualan ponsel fitur (feature phones) bermerek Nokia. Perpanjangan ini diperkirakan akan berlangsung sekitar 2-3 tahun melampaui batas waktu asli 2026, yang berarti kemitraan ini akan berlanjut hingga sekitar tahun 2029 [[1]].
Hubungan antara Nokia dan HMD Global telah berlangsung sejak tahun 2016, ketika HMD Global memperoleh hak lisensi untuk memproduksi dan menjual ponsel bermerek Nokia. Awalnya, kesepakatan ini mencakup smartphone dan feature phones, namun pada awal tahun 2025, HMD Global mengumumkan penghentian semua smartphone bermerek Nokia [[3]].
Kini, dengan perpanjangan lisensi yang baru, HMD Global akan terus memproduksi dan menjual Nokia feature phones, sementara fokus smartphone mereka beralih ke merek HMD sendiri. Kedua perusahaan tidak memberikan komentar publik secara resmi mengenai perkembangan ini, namun sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut mengkonfirmasi bahwa kesepakatan telah disepakati [[2]].
India menjadi alasan utama mengapa kemitraan ini masih sangat relevan. Negara tersebut merupakan pasar terbesar di dunia untuk ponsel fitur, dengan total pembelian mencapai sekitar 54 juta unit pada tahun 2024 [[2]]. Angka ini menunjukkan bahwa ponsel fitur yang oleh banyak orang dianggap "sudah mati" masih memiliki permintaan yang sangat besar.
HMD Global memproduksi ponsel fitur Nokia di India dan China, dengan India berfungsi tidak hanya sebagai pasar konsumen utama tetapi juga sebagai hub ekspor untuk perangkat bermerek Nokia [[3]]. Strategi produksi lokal ini memungkinkan HMD untuk memenuhi permintaan domestik yang tinggi sekaligus mengekspor ke pasar internasional.
Data dari IDC (International Data Corporation) menunjukkan bahwa HMD Global mendominasi lanskap feature phone di India dengan pangsa pasar 22,4 persen berdasarkan volume dan sekitar 30,7 persen dalam hal nilai [[1]]. Dominasi ini mencerminkan kekuatan merek Nokia yang masih sangat kuat di pasar India, baik di wilayah urban maupun rural.
Keunggulan HMD di pasar feature phone India tidak terlepas dari warisan merek Nokia yang telah membangun kepercayaan konsumen selama puluhan tahun. Nama Nokia masih memiliki resonansi yang kuat dan diakui secara luas oleh konsumen India dari berbagai segmen.
Bagi Nokia, perpanjangan kesepakatan lisensi ini memastikan visibilitas merek di segmen yang pernah mereka dominasi secara global. Meskipun Nokia telahιεΊ dari bisnis manufaktur ponsel langsung, mereka tetap mempertahankan kehadiran merek melalui model lisensi ini [[2]].
Sementara itu, bagi HMD Global, akses berkelanjutan ke merek Nokia memperkuat posisi mereka di pasar di mana nama tersebut masih memiliki daya tarik yang kuat. Ini memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan dibandingkan pesaing yang tidak memiliki warisan merek sekuat Nokia [[3]].
Perpanjangan ini juga memberikan kontinuitas operasional bagi kedua perusahaan. Untuk Nokia, ini melindungi kehadiran merek dalam kategori yang pernah mereka definisikan secara global. Untuk HMD, ini memastikan akses ke nama legacy yang masih bergema kuat di seluruh India, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan [[1]].
Meskipun kesepakatan lisensi untuk feature phones diperpanjang, HMD Global sedang mempersiapkan masa depan di mana Nokia bukan satu-satunya andalan mereka. Perusahaan telah mengindikasikan bahwa lini produk masa depan akan mencakup perangkat Nokia, smartphone dan tablet bermerek HMD, serta potensi kolaborasi dengan merek pihak ketiga [[1]].
Strategi diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan HMD pada satu merek legacy sambil tetap membangun di atas warisan Nokia. HMD telah mulai mengembangkan produk-produk dengan merek mereka sendiri, termasuk smartphone dan tablet yang akan dipasarkan secara independen [[3]].
Langkah ini mencerminkan evolusi bisnis HMD Global dari perusahaan yang sepenuhnya bergantung pada lisensi Nokia menjadi perusahaan yang memiliki portofolio merek yang lebih beragam. Namun, dengan memperpanjang lisensi Nokia untuk feature phones, HMD menunjukkan bahwa mereka masih melihat nilai strategis dalam mempertahankan merek tersebut untuk segmen tertentu.
Meskipun industri ponsel pintar telah berkembang pesat, feature phones masih memiliki pasar yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang seperti India. Beberapa faktor yang membuat feature phones tetap relevan meliputi:
**Harga Terjangkau**: Feature phones umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan smartphone, membuatnya dapat diakses oleh konsumen dengan daya beli rendah.
**Daya Tahan Baterai**: Ponsel fitur dikenal memiliki daya tahan baterai yang sangat baik, seringkali bertahan beberapa hari dengan sekali pengisian daya.
**Kesederhanaan**: Banyak pengguna, terutama di wilayah rural dan kalangan lansia, lebih menyukai kesederhanaan feature phones tanpa kompleksitas smartphone.
**Ketahanan Fisik**: Feature phones umumnya lebih tahan banting dan cocok untuk lingkungan kerja yang keras.
**Konektivitas Dasar**: Dengan dukungan 4G yang semakin luas, feature phones modern masih dapat menyediakan konektivitas dasar untuk telepon, SMS, dan bahkan akses internet terbatas.
Dengan perpanjangan lisensi ini, konsumen dapat mengharapkan kelanjutan produk-produk Nokia feature phones dengan peningkatan fitur secara bertahap. HMD Global telah mengisyaratkan rencana untuk memperkenalkan fitur yang ditingkatkan pada model-model terpilih, meskipun tetap mempertahankan esensi kesederhanaan dan keandalan yang menjadi ciri khas feature phones [[18]].
Bagi pasar, kesepakatan ini menstabilkan lanskap kompetitif di segmen feature phones, terutama di India. Dengan HMD yang terus menggunakan merek Nokia, mereka dapat mempertahankan posisi dominan mereka melawan pesaing seperti Lava, Micromax, dan merek lokal lainnya.
Perpanjangan kesepakatan lisensi antara Nokia dan HMD Global hingga sekitar tahun 2029 menandai komitmen kedua perusahaan untuk terus melayani pasar feature phones yang masih sangat viable, terutama di India. Dengan dominasi pasar yang kuat, warisan merek yang solid, dan strategi diversifikasi yang bijak, kemitraan ini diposisikan untuk terus sukses di tahun-tahun mendatang.
Bagi konsumen, ini berarti kelanjutan akses ke perangkat Nokia yang terpercaya dengan harga terjangkau. Bagi industri, ini membuktikan bahwa feature phones masih memiliki tempat penting dalam ekosistem mobile global, khususnya di pasar emerging yang terus berkembang.
[1] Economic Times. "Nokia, HMD Global extend licence deal over sale of Nokia branded feature phones." https://m.economictimes.com/industry/cons-products/electronics/nokia-hmd-global-extend-licence-deal-over-sale-of-nokia-branded-feature-phones/articleshow/123905461.cms
[2] Nokiamob. "Nokia extends HMD licensing deal for feature phones." https://nokiamob.net/2025/09/16/nokia-extends-hmd-licensing-deal-for-feature-phones/
[3] Gizmochina. "Nokia extends licensing deal with HMD Global beyond 2026." https://www.gizmochina.com/2025/09/23/nokia-hmd-feature-phone-licence-extension/
[4] Brand Equity. "Nokia, HMD Global extend licence deal over sale of Nokia branded feature phones." https://brandequity.economictimes.indiatimes.com/news/business-of-brands/nokia-hmd-global-extend-licence-deal-over-sale-of-nokia-branded-feature-phones/123919183
Latar Belakang Kemitraan Nokia dan HMD Global
Hubungan antara Nokia dan HMD Global telah berlangsung sejak tahun 2016, ketika HMD Global memperoleh hak lisensi untuk memproduksi dan menjual ponsel bermerek Nokia. Awalnya, kesepakatan ini mencakup smartphone dan feature phones, namun pada awal tahun 2025, HMD Global mengumumkan penghentian semua smartphone bermerek Nokia [[3]].
Kini, dengan perpanjangan lisensi yang baru, HMD Global akan terus memproduksi dan menjual Nokia feature phones, sementara fokus smartphone mereka beralih ke merek HMD sendiri. Kedua perusahaan tidak memberikan komentar publik secara resmi mengenai perkembangan ini, namun sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut mengkonfirmasi bahwa kesepakatan telah disepakati [[2]].
India: Pasar Terbesar Ponsel Fitur Nokia
India menjadi alasan utama mengapa kemitraan ini masih sangat relevan. Negara tersebut merupakan pasar terbesar di dunia untuk ponsel fitur, dengan total pembelian mencapai sekitar 54 juta unit pada tahun 2024 [[2]]. Angka ini menunjukkan bahwa ponsel fitur yang oleh banyak orang dianggap "sudah mati" masih memiliki permintaan yang sangat besar.
HMD Global memproduksi ponsel fitur Nokia di India dan China, dengan India berfungsi tidak hanya sebagai pasar konsumen utama tetapi juga sebagai hub ekspor untuk perangkat bermerek Nokia [[3]]. Strategi produksi lokal ini memungkinkan HMD untuk memenuhi permintaan domestik yang tinggi sekaligus mengekspor ke pasar internasional.
Dominasi HMD di Pasar Feature Phone India
Data dari IDC (International Data Corporation) menunjukkan bahwa HMD Global mendominasi lanskap feature phone di India dengan pangsa pasar 22,4 persen berdasarkan volume dan sekitar 30,7 persen dalam hal nilai [[1]]. Dominasi ini mencerminkan kekuatan merek Nokia yang masih sangat kuat di pasar India, baik di wilayah urban maupun rural.
Keunggulan HMD di pasar feature phone India tidak terlepas dari warisan merek Nokia yang telah membangun kepercayaan konsumen selama puluhan tahun. Nama Nokia masih memiliki resonansi yang kuat dan diakui secara luas oleh konsumen India dari berbagai segmen.
Manfaat Strategis bagi Nokia dan HMD Global
Bagi Nokia, perpanjangan kesepakatan lisensi ini memastikan visibilitas merek di segmen yang pernah mereka dominasi secara global. Meskipun Nokia telahιεΊ dari bisnis manufaktur ponsel langsung, mereka tetap mempertahankan kehadiran merek melalui model lisensi ini [[2]].
Sementara itu, bagi HMD Global, akses berkelanjutan ke merek Nokia memperkuat posisi mereka di pasar di mana nama tersebut masih memiliki daya tarik yang kuat. Ini memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan dibandingkan pesaing yang tidak memiliki warisan merek sekuat Nokia [[3]].
Perpanjangan ini juga memberikan kontinuitas operasional bagi kedua perusahaan. Untuk Nokia, ini melindungi kehadiran merek dalam kategori yang pernah mereka definisikan secara global. Untuk HMD, ini memastikan akses ke nama legacy yang masih bergema kuat di seluruh India, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan [[1]].
Strategi Diversifikasi HMD Global ke Depan
Meskipun kesepakatan lisensi untuk feature phones diperpanjang, HMD Global sedang mempersiapkan masa depan di mana Nokia bukan satu-satunya andalan mereka. Perusahaan telah mengindikasikan bahwa lini produk masa depan akan mencakup perangkat Nokia, smartphone dan tablet bermerek HMD, serta potensi kolaborasi dengan merek pihak ketiga [[1]].
Strategi diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan HMD pada satu merek legacy sambil tetap membangun di atas warisan Nokia. HMD telah mulai mengembangkan produk-produk dengan merek mereka sendiri, termasuk smartphone dan tablet yang akan dipasarkan secara independen [[3]].
Langkah ini mencerminkan evolusi bisnis HMD Global dari perusahaan yang sepenuhnya bergantung pada lisensi Nokia menjadi perusahaan yang memiliki portofolio merek yang lebih beragam. Namun, dengan memperpanjang lisensi Nokia untuk feature phones, HMD menunjukkan bahwa mereka masih melihat nilai strategis dalam mempertahankan merek tersebut untuk segmen tertentu.
Mengapa Feature Phones Masih Relevan di 2026?
Meskipun industri ponsel pintar telah berkembang pesat, feature phones masih memiliki pasar yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang seperti India. Beberapa faktor yang membuat feature phones tetap relevan meliputi:
**Harga Terjangkau**: Feature phones umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan smartphone, membuatnya dapat diakses oleh konsumen dengan daya beli rendah.
**Daya Tahan Baterai**: Ponsel fitur dikenal memiliki daya tahan baterai yang sangat baik, seringkali bertahan beberapa hari dengan sekali pengisian daya.
**Kesederhanaan**: Banyak pengguna, terutama di wilayah rural dan kalangan lansia, lebih menyukai kesederhanaan feature phones tanpa kompleksitas smartphone.
**Ketahanan Fisik**: Feature phones umumnya lebih tahan banting dan cocok untuk lingkungan kerja yang keras.
**Konektivitas Dasar**: Dengan dukungan 4G yang semakin luas, feature phones modern masih dapat menyediakan konektivitas dasar untuk telepon, SMS, dan bahkan akses internet terbatas.
Implikasi bagi Konsumen dan Pasar
Dengan perpanjangan lisensi ini, konsumen dapat mengharapkan kelanjutan produk-produk Nokia feature phones dengan peningkatan fitur secara bertahap. HMD Global telah mengisyaratkan rencana untuk memperkenalkan fitur yang ditingkatkan pada model-model terpilih, meskipun tetap mempertahankan esensi kesederhanaan dan keandalan yang menjadi ciri khas feature phones [[18]].
Bagi pasar, kesepakatan ini menstabilkan lanskap kompetitif di segmen feature phones, terutama di India. Dengan HMD yang terus menggunakan merek Nokia, mereka dapat mempertahankan posisi dominan mereka melawan pesaing seperti Lava, Micromax, dan merek lokal lainnya.
Kesimpulan
Perpanjangan kesepakatan lisensi antara Nokia dan HMD Global hingga sekitar tahun 2029 menandai komitmen kedua perusahaan untuk terus melayani pasar feature phones yang masih sangat viable, terutama di India. Dengan dominasi pasar yang kuat, warisan merek yang solid, dan strategi diversifikasi yang bijak, kemitraan ini diposisikan untuk terus sukses di tahun-tahun mendatang.
Bagi konsumen, ini berarti kelanjutan akses ke perangkat Nokia yang terpercaya dengan harga terjangkau. Bagi industri, ini membuktikan bahwa feature phones masih memiliki tempat penting dalam ekosistem mobile global, khususnya di pasar emerging yang terus berkembang.
Sumber Referensi:
[1] Economic Times. "Nokia, HMD Global extend licence deal over sale of Nokia branded feature phones." https://m.economictimes.com/industry/cons-products/electronics/nokia-hmd-global-extend-licence-deal-over-sale-of-nokia-branded-feature-phones/articleshow/123905461.cms
[2] Nokiamob. "Nokia extends HMD licensing deal for feature phones." https://nokiamob.net/2025/09/16/nokia-extends-hmd-licensing-deal-for-feature-phones/
[3] Gizmochina. "Nokia extends licensing deal with HMD Global beyond 2026." https://www.gizmochina.com/2025/09/23/nokia-hmd-feature-phone-licence-extension/
[4] Brand Equity. "Nokia, HMD Global extend licence deal over sale of Nokia branded feature phones." https://brandequity.economictimes.indiatimes.com/news/business-of-brands/nokia-hmd-global-extend-licence-deal-over-sale-of-nokia-branded-feature-phones/123919183